Safari Kamtibmas di Nguter, Kapolres Sukoharjo Serap Aspirasi Warga
Sukoharjo — Polres Sukoharjo menggelar kegiatan Safari Kamtibmas di Pendopo Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini menjadi wadah dialog antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, S.H., S.I.K., didampingi Wakapolres AKBP Pariastutik, S.H., para pejabat utama (PJU) Polres Sukoharjo, Camat Nguter Sukatman, S.Sos., M.M., Kapolsek Nguter AKP Maryadi, S.H., Danramil 02 Nguter Kapt. Inf. Kurniawan Jayadi, serta unsur Forkopimcam, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga perwakilan RT/RW dan karang taruna.
Dalam sambutannya, Camat Nguter Sukatman menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Safari Kamtibmas yang dinilai mampu memperkuat sinergitas antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Ia menyebut secara umum wilayah Nguter dalam kondisi aman dan terkendali berkat dukungan seluruh elemen.
“Ke depan, tahun 2026 akan dilaksanakan Pilkades serentak di 15 desa. Kami berharap situasi tetap kondusif. Selain itu, masih terdapat beberapa permasalahan seperti penerangan jalan, kebocoran PDAM, hingga normalisasi sungai yang perlu perhatian bersama,” ujarnya.
Wakapolres Sukoharjo AKBP Pariastutik menekankan pentingnya menjaga kondusivitas menjelang Pilkades. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menerima siapapun yang terpilih nantinya serta bersama-sama menjaga stabilitas keamanan.
Sementara itu, Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo menegaskan bahwa Safari Kamtibmas merupakan agenda rutin yang bertujuan menyerap langsung aspirasi masyarakat.
“Kami ingin mendengar langsung permasalahan di lapangan, tidak hanya dari Forkopimcam, tetapi juga dari masyarakat. Harapannya setiap persoalan kamtibmas dapat segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Dalam sesi dialog, sejumlah warga menyampaikan berbagai persoalan, di antaranya kebocoran pipa PDAM di Desa Kedungwinong, belum terealisasinya normalisasi sungai, hingga isu intoleransi yang sempat terjadi saat pelaksanaan Salat Id.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres memastikan akan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Forkopimda, guna percepatan penanganan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk saling menghargai perbedaan guna mencegah konflik sosial.
Selain itu, muncul pula laporan dugaan intimidasi menjelang Pilkades di Desa Kepuh. Kapolres menegaskan agar masyarakat tidak segan melapor melalui Call Center 110 apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas.
Pada sesi kedua, warga kembali menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan rambu lalu lintas, permohonan kemudahan pengurusan SIM bagi Linmas, hingga penanganan kabel optik yang membahayakan pengguna jalan.
Menanggapi hal itu, Kapolres menginstruksikan jajarannya untuk berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan, Telkom, dan PLN. Ia juga meminta Kapolsek setempat aktif melakukan sosialisasi pencegahan kebakaran, terutama saat musim kemarau.
Terkait temuan bayi di wilayah Plesan, Kapolres menyebut pihaknya tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap orang tua bayi tersebut. Ia juga memastikan akan membantu proses adopsi sesuai prosedur yang berlaku.
Kegiatan Safari Kamtibmas ditutup dengan sosialisasi layanan Call Center 110 sebagai upaya meningkatkan pelayanan Polri kepada masyarakat, sekaligus mempercepat penanganan setiap laporan yang masuk.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat semakin solid dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Sukoharjo, khususnya Kecamatan Nguter.
