Polres Sukoharjo Matangkan Strategi Pengamanan Aksi, Personel Dibagi Tiga Ring
SUKOHARJO – Polres Sukoharjo mematangkan strategi pengamanan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dalam kegiatan penyampaian aspirasi. Kesiapan tersebut dibahas melalui Tactical Floor Game (TFG) yang dipimpin Wakapolres Sukoharjo Kompol Parwanto di Aula Rupatama R. Koesnadi Polres Sukoharjo, Selasa (3/11/2026).
Dalam simulasi tersebut, pola pengamanan dirancang dengan membagi kekuatan personel ke dalam tiga ring. Pembagian ini dilakukan untuk memastikan setiap titik memiliki penanggung jawab, sekaligus mengantisipasi berbagai kemungkinan perkembangan situasi di lapangan.
Wakapolres Sukoharjo Kompol Parwanto menekankan pentingnya setiap Perwira Pengendali (Padal) memahami cara bertindak (CB) sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Seluruh personel juga diminta memastikan alat komunikasi selalu aktif agar informasi mengenai pergerakan massa dapat diterima dan diteruskan secara cepat kepada pimpinan.
“Setiap perkembangan situasi di lapangan harus segera dilaporkan kepada pimpinan, disertai dokumentasi berupa foto maupun video. Koordinasi dan komunikasi menjadi hal penting agar pelaksanaan pengamanan berjalan sesuai rencana,” tegasnya.
Sementara itu, Kabag Ops Polres Sukoharjo Kompol Yulianto memaparkan skema pengamanan yang mencakup Ring 1, Ring 2, dan Ring 3. Ring 1 difokuskan pada area sekitar Mako Polres Sukoharjo dengan menyiagakan tim negosiator, Dalmas awal, serta personel satuan fungsi terkait.
Di Ring 2, personel ditempatkan pada sejumlah persimpangan strategis, termasuk Simpang Empat Mandan dan Simpang Empat Gereja Mandan. Petugas disiapkan untuk melakukan pengaturan maupun pengalihan arus lalu lintas yang mengarah ke Mapolres.
Adapun Ring 3 mencakup kawasan Proliman, Terminal Sukoharjo, dan Simpang Empat Carikan. Personel di titik tersebut bertugas memantau pergerakan massa sekaligus menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas.
Selain pengamanan terbuka, Polres Sukoharjo juga menyiapkan tim deteksi dini untuk mengidentifikasi potensi gangguan kamtibmas. Satgas penegakan hukum, tim preventif, Seksi Dokkes, Propam, hingga Humas turut dilibatkan sesuai fungsi masing-masing.
Kasat Samapta AKP Broto Tri Yulianto menjelaskan, penanganan massa akan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan prosedur yang berlaku. Langkah awal dilakukan melalui pendekatan negosiator, kemudian Dalmas awal. Apabila situasi berkembang dan membutuhkan penanganan lebih lanjut, Dalmas lanjut disiapkan untuk diterjunkan.
Tim Raimas beserta perlengkapannya juga disiagakan sebagai bagian dari kesiapan menghadapi eskalasi situasi sesuai ketentuan dan prosedur kepolisian.
Di sisi lain, Satgas Preemtif melalui tim negosiator yang disiapkan Satbinmas akan mengedepankan komunikasi persuasif. Kasat Binmas AKP Sri Wuri Handayani menyampaikan, personel diminta mengutamakan pendekatan humanis melalui imbauan dan edukasi agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara tertib.
Kesiapan personel juga menjadi perhatian Seksi Propam. Kasi Propam AKP Siswanto menyebutkan, pengawasan akan dilakukan melalui dua tim yang ditempatkan di Ring 1 dan Ring 3 untuk memastikan seluruh anggota menjalankan tugas sesuai ketentuan.
Kasi Humas Polres Sukoharjo AKP Marlin Supu Payu mengatakan, pelaksanaan TFG menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh unsur pengamanan memahami tugas, pola koordinasi, dan langkah antisipasi sebelum diterjunkan ke lapangan.
“Polres Sukoharjo mengedepankan pelayanan kepada masyarakat dalam setiap kegiatan penyampaian aspirasi. Kami ingin memastikan masyarakat dapat menyampaikan pendapat dengan aman dan tertib, sementara situasi kamtibmas serta kelancaran aktivitas masyarakat tetap terjaga,” ujar Marlin.
Ia menegaskan, kesiapan pengamanan tidak hanya berorientasi pada pengendalian massa, tetapi juga mengutamakan langkah preventif, komunikasi humanis, dan profesionalitas personel dalam menjalankan tugas.
