Polres Sukoharjo Gelar Latihan Dalmas, Simulasikan Tiga Tahap Eskalasi

Sukoharjo – Polres Sukoharjo menggelar latihan penanggulangan aksi unjuk rasa di Halaman Setda Kabupaten Sukoharjo, Jalan Jend. Sudirman No. 199, Kelurahan Jombor, Kecamatan Bendosari, Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas, khususnya aksi demonstrasi dengan berbagai eskalasi.

Latihan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, S.H., S.I.K., dan diikuti oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Sukoharjo, personel Kodim 0726/Sukoharjo, Dalmas, tim negosiator, serta unsur gabungan dari Satpol PP, Damkar, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Sukoharjo.

Dalam simulasi yang digelar, skenario latihan dibagi menjadi tiga tahapan situasi, yakni hijau, kuning, dan merah, yang menggambarkan dinamika penanganan aksi unjuk rasa dari kondisi kondusif hingga anarkis.

Pada situasi hijau, disimulasikan adanya informasi intelijen terkait rencana aksi unjuk rasa mahasiswa di Kantor Bupati Sukoharjo. Polres Sukoharjo melalui Sat Intelkam melakukan deteksi dini dan penggalangan terhadap koordinator lapangan serta tokoh masyarakat, sehingga jumlah massa yang semula diperkirakan mencapai 1.000 orang dapat ditekan menjadi sekitar 500 orang.

Pengamanan dilakukan sejak titik kumpul hingga jalur longmarch massa menuju Kantor Bupati. Petugas melakukan pengalihan arus lalu lintas, penyekatan di ring pengamanan, serta pendekatan persuasif melalui tim negosiator dan Binmas guna menjaga situasi tetap kondusif.

Memasuki situasi kuning, massa aksi mulai menunjukkan ketidakpuasan karena tuntutan untuk bertemu langsung dengan Bupati belum terpenuhi. Upaya mediasi dilakukan dengan menghadirkan perwakilan pemerintah daerah, namun kondisi mulai memanas ketika massa tidak menerima dan terjadi aksi pelemparan ke arah petugas.

Menghadapi kondisi tersebut, Kapolres Sukoharjo memerintahkan penambahan kekuatan personel serta peningkatan pola pengamanan dari Dalmas awal menjadi Dalmas lanjut guna mengendalikan situasi.

Sementara pada situasi merah, eskalasi meningkat menjadi anarkis. Massa melakukan pelemparan benda keras, menyalakan petasan, hingga membakar ban dan fasilitas umum. Petugas pun melakukan tindakan tegas dan terukur, termasuk penggunaan gas air mata untuk membubarkan massa.

Kapolres Sukoharjo kemudian memerintahkan penebalan kekuatan dengan melibatkan personel Brimob, kendaraan taktis AWC, serta tim Raimas. Pembubaran dilakukan secara bertahap dengan mendorong massa keluar dari titik aksi dan memecah konsentrasi ke beberapa arah.

Setelah berhasil dikendalikan, massa diarahkan kembali ke titik parkir kendaraan di Alun-alun Satya Negara dan Lapangan Mulur Bendosari. Personel kepolisian juga melakukan pengawalan hingga massa kembali ke daerah asal masing-masing guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo mengatakan, latihan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan kesiapan personel dalam menghadapi berbagai potensi gangguan kamtibmas.

“Melalui latihan ini, diharapkan seluruh personel memahami tugas dan perannya masing-masing dalam penanganan unjuk rasa, sehingga dapat bertindak secara tepat, terukur, dan sesuai prosedur,” ujarnya.

Dengan adanya latihan ini, Polres Sukoharjo menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi dinamika aksi penyampaian pendapat di muka umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.