Tim Supervisi Akpol Tinjau Latja Taruna Tingkat I di Polres Sukoharjo, Perkuat Pembelajaran Lapangan

SUKOHARJO – Tim Supervisi Latihan Kerja (Latja) Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tingkat I Angkatan 60 Batalyon Manggala Satya melaksanakan kunjungan supervisi di Polres Sukoharjo, Kamis (18/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula R. Koesnadi Polres Sukoharjo tersebut bertujuan untuk memastikan pelaksanaan program Latja berjalan sesuai sasaran serta memberikan arahan kepada para taruna yang sedang menjalani pembelajaran di wilayah.

Kegiatan supervisi dipimpin Ketua Tim Supervisi Brigjen Pol Dr. Drs. Sofyan Nugroho, S.H., M.Si., M.H., didampingi Kombes Pol Guntur Agung Supono, S.I.K., M.Si., dan Kompol Ririh Dewi W., S.E., M.M. Hadir pula Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, S.H., S.I.K., para Pejabat Utama Polres Sukoharjo, serta perwira pendamping teknis Latja Taruna Akpol.

Dalam sambutannya, Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo menyampaikan bahwa saat ini terdapat 18 Taruna Akpol Tingkat I yang menjalani Latja di Polres Sukoharjo dan seluruhnya dalam kondisi sehat. Ia mengapresiasi kebijakan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri yang menempatkan para taruna di tengah masyarakat untuk mendapatkan pengalaman langsung di lapangan.

Keberadaan taruna yang membaur dengan masyarakat memberikan dampak positif terhadap citra Polri. Dalam berbagai kegiatan kepolisian yang melibatkan taruna, masyarakat memberikan respons yang baik. Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan supervisi ini dan berharap mendapat arahan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Latja, ujar Kapolres.

Sementara itu, Ketua Tim Supervisi Brigjen Pol Sofyan Nugroho menjelaskan bahwa program Latja merupakan bagian penting dalam proses pembentukan calon perwira Polri. Menurutnya, para taruna perlu memahami kondisi riil tugas kepolisian di kewilayahan sebagai bekal saat menjadi pemimpin di masa mendatang.

Teori dan pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan di Akpol harus dipraktikkan secara langsung di lapangan. Melalui Latja ini, taruna akan bersinggungan dengan masyarakat dan memahami dinamika tugas kepolisian yang sesungguhnya, kata Brigjen Sofyan.

Ia juga mendorong para taruna untuk aktif berdialog dengan masyarakat serta mempelajari karakter dan budaya lokal selama menjalani Latja. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam membangun kepemimpinan yang humanis dan adaptif.

Dalam arahannya, Brigjen Sofyan mengingatkan bahwa masa Latja yang masih tersisa beberapa hari harus dimanfaatkan secara maksimal agar para taruna memperoleh pengalaman kerja yang utuh di lingkungan kewilayahan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas dan disiplin selama menjalani pendidikan.

Saya berpesan kepada seluruh taruna agar selalu menjaga kehormatan diri, keluarga, dan institusi. Hindari segala bentuk pelanggaran dan manfaatkan kesempatan ini untuk belajar sebanyak mungkin dari pengalaman di lapangan, tegasnya.

Kegiatan supervisi berlangsung lancar dan menjadi bagian dari upaya Akpol dalam memastikan proses pembelajaran lapangan berjalan optimal, sehingga mampu mencetak calon-calon perwira Polri yang profesional, berintegritas, dan siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.