Kapolres Sukoharjo Pimpin Apel Pengamanan Aksi Mahasiswa, 300 Personel Gabungan Disiagakan
Sukoharjo – Polres Sukoharjo menggelar Apel Persiapan Pengamanan dalam rangka mengantisipasi kegiatan penyampaian pendapat di muka umum yang akan dilakukan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Islam Negeri (UIN), di wilayah Kabupaten Sukoharjo, Rabu (17/6/2026).
Apel yang dilaksanakan di kawasan Kartasura tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, S.H., S.I.K., dan diikuti sekitar 300 personel gabungan yang terdiri dari Polres Sukoharjo, Kodim 0726 Sukoharjo, Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), serta petugas Pemadam Kebakaran (Damkar).
Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa seluruh personel harus mengedepankan profesionalisme, humanisme, serta mematuhi standar operasional prosedur (SOP) selama pelaksanaan pengamanan aksi.
Pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat yang menyampaikan pendapat di muka umum harus dilaksanakan sesuai SOP. Anggap kegiatan ini sebagai pengamanan pertama sehingga seluruh personel harus fokus, penuh semangat, dan bertanggung jawab karena setiap tindakan yang dilakukan dapat berdampak pada situasi berikutnya, ujar AKBP Anggaito.
Kapolres juga meminta sejumlah satuan tugas yang telah ditentukan dalam Tactical Floor Game (TFG) sebelumnya untuk bersiaga di Polsek Kartasura guna mempercepat respons terhadap perkembangan situasi di lapangan.
Selain itu, ia menyampaikan apresiasi kepada unsur TNI, Satpol PP, Dishub, dan seluruh instansi terkait yang selama ini terus bersinergi membantu pengamanan berbagai kegiatan masyarakat di wilayah Sukoharjo.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menekankan pentingnya menjaga kondusivitas selama aksi berlangsung. Seluruh personel diminta tetap sabar, tidak terpancing provokasi, serta mengedepankan pendekatan persuasif dan empati kepada para peserta aksi.
Kita harus tetap humanis, jangan mudah terpancing. Apa yang mereka sampaikan adalah bagian dari aspirasi yang harus dihormati. Tugas kita memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan tidak menghambat hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat, tegasnya.
Sementara itu, Kabag Ops Polres Sukoharjo dalam arahannya menjelaskan teknis pelaksanaan pengamanan. Tim deteksi dini diperintahkan untuk melakukan pemantauan sejak titik kumpul massa hingga lokasi kegiatan. Koordinasi juga dilakukan dengan panitia aksi guna memastikan tidak ada aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan, seperti pembakaran ban maupun tindakan lainnya yang dapat memicu gangguan ketertiban umum.
Tim negosiator dan Dalmas awal ditempatkan di sekitar Kantor BRI Kartasura, sementara personel Satlantas melakukan rekayasa arus lalu lintas guna mengantisipasi kepadatan kendaraan. Unsur TNI dan Satpol PP disiagakan di Polsek Kartasura, petugas Damkar ditempatkan di area BRI, sedangkan Dishub diperbantukan untuk mendukung pengaturan lalu lintas bersama Satlantas.
Seluruh kendaraan dinas juga diperintahkan untuk standby di Polsek Kartasura sebelum digeser sesuai kebutuhan pengamanan di lapangan.
Melalui pengamanan terpadu tersebut, Polres Sukoharjo berharap kegiatan penyampaian aspirasi mahasiswa dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif tanpa mengganggu aktivitas masyarakat maupun pengguna jalan di wilayah Kartasura dan sekitarnya.
