Polres Sukoharjo Gelar Latpraops Ketupat Candi 2026 untuk Perkuat Pengamanan Lebaran
Sukoharjo – Polres Sukoharjo menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) Ketupat Candi 2026 sebagai langkah mematangkan kesiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo di Mapolres Sukoharjo dan diikuti pejabat utama serta personel yang terlibat dalam operasi.
Dalam kegiatan tersebut hadir Wakapolres Sukoharjo AKBP Pariastutik, para kepala bagian, kasat, kapolsek jajaran, serta personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Candi 2026.
Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo mengatakan latihan pra operasi ini bertujuan menyamakan persepsi seluruh personel sebelum pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026, sehingga pengamanan arus mudik hingga perayaan Idul Fitri dapat berjalan optimal.
“Seluruh personel harus memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, sehingga pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026 dapat berjalan maksimal dan masyarakat merasa aman serta nyaman saat merayakan Idul Fitri,” ujarnya.
Dalam paparan Kabag Ops Polres Sukoharjo Kompol Yulianto disampaikan bahwa pada Operasi Ketupat Candi 2026 Polres Sukoharjo melibatkan 623 personel Polri serta 314 personel dari instansi terkait, sehingga total kekuatan mencapai 937 personel.
Pengamanan akan difokuskan pada tiga pos pengamanan utama yakni Pospam Simpang Lima Sukoharjo, Pospam Pandawa Solo Baru, dan Pospam Terminal Lama Kartasura. Selain itu, sejumlah titik rawan kemacetan juga menjadi perhatian, seperti Tugu Kartasura, Simpang Sanggung, Simpang Empat Kartasura, hingga kawasan Transmart Kartasura.
Selain pengaturan arus lalu lintas, polisi juga mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas seperti balap liar dan penggunaan knalpot tidak standar yang kerap muncul menjelang Ramadan hingga Lebaran.
Operasi ini juga mencakup pengamanan sejumlah objek vital dan lokasi keramaian masyarakat, seperti terminal, stasiun, pusat perbelanjaan, objek wisata, tempat ibadah, hingga lokasi pelaksanaan salat Id di 12 kecamatan di Kabupaten Sukoharjo.
Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Sukoharjo AKP Arwan Nursyamhadi memaparkan bahwa secara umum situasi keamanan dan kondisi sosial politik di Kabupaten Sukoharjo relatif kondusif. Namun demikian, pihaknya tetap melakukan pemantauan terhadap potensi kerawanan menjelang Idul Fitri, seperti peningkatan aktivitas masyarakat, aksi balap liar, peredaran miras, hingga potensi gesekan antar kelompok.
Dari sisi lalu lintas, Satlantas Polres Sukoharjo juga memprediksi puncak arus mudik pertama terjadi pada 14 Maret 2026 dan puncak arus mudik kedua pada 18 Maret 2026. Sedangkan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24 dan 28 Maret 2026.
Satlantas juga akan menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas, termasuk sistem delay di beberapa titik seperti Simpang Tiga Ngasem Kartasura, Kota Sukoharjo, dan kawasan Solo Baru untuk mengurai kepadatan kendaraan.
Selain pengamanan, Pos Terpadu dan Pospam Operasi Ketupat Candi 2026 juga dilengkapi berbagai fasilitas pelayanan bagi pemudik, seperti ruang istirahat ber-AC, wifi gratis, charging station, layanan kesehatan gratis, bengkel mobile, hingga area bermain anak dan hiburan masyarakat.
Dalam arahannya, Kapolres Sukoharjo juga menekankan pentingnya sosialisasi aplikasi Chat Polantas Jateng kepada masyarakat. Aplikasi tersebut dikembangkan untuk memberikan informasi lalu lintas secara real-time, membantu pemudik memilih jalur aman, serta memudahkan masyarakat mengakses informasi terkait Operasi Ketupat Candi 2026.
“Seluruh personel, khususnya para Kapolsek, agar segera menyosialisasikan aplikasi Chat Polantas Jateng kepada masyarakat, sehingga dapat membantu masyarakat dalam perjalanan mudik dengan aman dan lancar,” pungkasnya.
