Safari Kamtibmas di Gatak, Warga Curhat Soal Lalu Lintas dan Sampah kepada Polres Sukoharjo

Sukoharjo – Polres Sukoharjo kembali menggelar Safari Kamtibmas tahun 2026 sebagai upaya menyerap aspirasi masyarakat dan menjaga situasi keamanan tetap kondusif. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Kantor Kecamatan Gatak, Selasa (5/5/2026) malam, dengan mengusung tema “Sukses Melalui Kebersamaan, Ciptakan Lingkungan yang Nyaman dan Kondusif”.

Sekitar 100 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari unsur Forkopimcam, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga perwakilan organisasi dan perguruan silat se-Kecamatan Gatak.

Kapolres Sukoharjo yang diwakili Wakapolres AKBP Pariastutik mengatakan, Safari Kamtibmas menjadi wadah dialog antara kepolisian dan masyarakat guna mencari solusi atas berbagai persoalan di wilayah.

“Melalui kegiatan ini kami berharap ada masukan dari masyarakat terkait permasalahan di wilayah Gatak. Jika bisa langsung kami jawab, akan kami sampaikan. Jika belum, akan kami catat dan teruskan kepada Kapolres untuk segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Gatak Wanto mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyebut Safari Kamtibmas menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergitas antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.

“Secara umum wilayah Kecamatan Gatak dalam kondisi aman dan terkendali. Ini berkat dukungan Forkopimcam serta peran aktif kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda,” ungkapnya.

Dalam sesi dialog, sejumlah warga menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi. Salah satunya terkait tingginya angka kecelakaan lalu lintas di ruas jalan Klewer–Stasiun Gawok.

Menanggapi hal itu, pihak Satlantas Polres Sukoharjo menyatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk penambahan rambu maupun lampu peringatan di lokasi rawan kecelakaan.

“Jalur tersebut memang sering dimanfaatkan untuk balap liar. Kami sudah melakukan langkah antisipasi dan penindakan, serta mengimbau peran orang tua dalam mengawasi anak-anaknya,” jelasnya.

Selain itu, persoalan sampah di sekitar Pasar Gawok juga menjadi sorotan warga. Warga mengeluhkan masih banyaknya sampah yang dibuang ke sungai, serta belum optimalnya pengelolaan tempat pembuangan sampah.

Menanggapi hal tersebut, Wakapolres meminta jajaran terkait untuk mengawal penanganan masalah tersebut serta meningkatkan koordinasi lintas instansi.

“Kami minta Kapolsek, pemerintah desa, dan Koramil untuk mengawal persoalan ini. Silakan manfaatkan layanan call center 110 jika ada gangguan kamtibmas, termasuk balap liar. Laporan akan langsung ditindaklanjuti,” tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Desa Trangsan juga menawarkan solusi pengelolaan sampah melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang mampu menampung hingga 10 dump truk sampah per hari.

Kegiatan Safari Kamtibmas ditutup dengan pemberian sarana kontak, cenderamata, serta sesi foto bersama.

Polres Sukoharjo menegaskan bahwa Safari Kamtibmas merupakan kegiatan rutin sebagai langkah proaktif menjaga kondusivitas wilayah, sekaligus mempererat silaturahmi antara Polri, TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.