Polres Sukoharjo Matangkan Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT, Siagakan 346 Personel

SUKOHARJO – Polres Sukoharjo mematangkan skema pengamanan menjelang kegiatan pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sukoharjo yang akan digelar di Padepokan PSHT, Desa Pranan, Kecamatan Polokarto. Persiapan dilakukan melalui Rapat Koordinasi Pengamanan (Rakorpam) dan Tactical Wall Game (TWG) di Ruang Vicon Mapolres Sukoharjo, Kamis (25/6/2026).

Rapat dipimpin langsung Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, didampingi Kabag Ops Kompol Yulianto, serta dihadiri unsur TNI, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Kesbangpol, jajaran pejabat utama Polres, para kapolsek, hingga perwakilan PSHT Cabang Sukoharjo.

Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo mengatakan, rapat koordinasi tersebut menjadi langkah penting untuk menyamakan persepsi seluruh unsur pengamanan agar pelaksanaan pengesahan warga baru PSHT berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Menurutnya, perhatian utama pengamanan tidak hanya difokuskan pada lokasi kegiatan, tetapi juga terhadap potensi kerawanan setelah prosesi pengesahan selesai, terutama aktivitas penggembira yang melakukan konvoi dan berpotensi memicu gesekan dengan kelompok lain.

Kita harus mengantisipasi seluruh potensi kerawanan, khususnya setelah kegiatan selesai. Maksimalkan seluruh personel, baik di tingkat Polres maupun Polsek, untuk melaksanakan patroli pada jalur-jalur rawan sehingga kejadian yang pernah terjadi sebelumnya tidak kembali terulang, tegas Kapolres.

Kapolres juga mengingatkan seluruh personel agar menunjukkan kehadiran negara di tengah masyarakat. Personel yang bertugas, khususnya dari fungsi Reserse Kriminal dan Narkoba, diminta menggunakan atribut kepolisian saat pengamanan berlangsung, sementara personel Intelkam diarahkan bergerak secara mobile serta terus melaporkan perkembangan situasi secara berjenjang.

Dalam pemaparan Tactical Wall Game, Kabag Ops Polres Sukoharjo Kompol Yulianto menyampaikan sebanyak 299 calon warga baru PSHT akan mengikuti prosesi pengesahan. Mereka berasal dari 12 ranting di Kabupaten Sukoharjo ditambah peserta titipan dari Kabupaten Klaten.

Untuk mengamankan kegiatan tersebut, Polres Sukoharjo menerjunkan 346 personel, terdiri dari 241 personel Polres Sukoharjo dan 105 personel bantuan kendali operasi (BKO) yang melibatkan Brimob, TNI, Dinas Perhubungan, serta Satpol PP.

Pengamanan akan dilaksanakan menggunakan pola tiga ring. Ring pertama difokuskan pada sterilisasi dan pengamanan lokasi padepokan, Ring kedua mengamankan jalur keluar masuk peserta sekaligus mengatur arus lalu lintas, sedangkan Ring ketiga melaksanakan patroli mobile dan penyekatan di sejumlah titik strategis guna mengantisipasi mobilisasi massa penggembira dari luar daerah.

Sementara itu, perwakilan Dinas Perhubungan Kabupaten Sukoharjo, Husain Riyant Santoso, menyatakan pihaknya siap mendukung penuh pelaksanaan pengamanan melalui penebalan personel di titik-titik rawan kemacetan, rekayasa lalu lintas apabila terjadi lonjakan kendaraan, hingga penataan kantong parkir agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Dukungan serupa disampaikan Pasi Ops Kodim 0726/Sukoharjo Kapten Inf. Nurhasan. Ia menegaskan keterlibatan personel TNI dalam pengamanan dilakukan di bawah kendali operasi Polri dengan mengedepankan koordinasi, komunikasi yang humanis, serta langkah-langkah preventif guna mencegah terjadinya gesekan maupun provokasi.

Kami mendukung penuh pengamanan yang dilaksanakan Polres Sukoharjo. Kepada seluruh pihak, termasuk panitia PSHT, kami berharap komitmen bersama untuk tidak melakukan konvoi, tidak menggunakan knalpot brong, dan menjaga ketertiban benar-benar dilaksanakan demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif, ujarnya.

Di sisi lain, perwakilan PSHT Cabang Sukoharjo Agung Wijayanto menyampaikan apresiasi kepada Polres Sukoharjo atas pelaksanaan rapat koordinasi tersebut. Ia memastikan seluruh jajaran pengurus telah menginstruksikan aturan No Convoy dan No Knalpot Brong kepada seluruh ranting dan rayon.

Selain itu, PSHT juga menyiapkan sekitar 60 personel pengamanan internal (Pamter) yang akan ditempatkan di bawah koordinasi petugas gabungan TNI-Polri. Pengamanan internal akan difokuskan di area padepokan, sementara pengamanan jalur dan perbatasan sepenuhnya diserahkan kepada aparat keamanan.

Tak hanya itu, PSHT juga membentuk tim pemantau lapangan yang bertugas mengawasi situasi sebelum, saat, hingga setelah kegiatan berlangsung, sehingga setiap potensi gangguan keamanan dapat segera dilaporkan kepada aparat.

Melalui rapat koordinasi dan Tactical Wall Game tersebut, Polres Sukoharjo berharap seluruh unsur pengamanan memiliki pemahaman yang sama terkait pola pengamanan, pembagian tugas, serta langkah antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan, sehingga prosesi pengesahan warga baru PSHT Cabang Sukoharjo dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.