Polres Sukoharjo Matangkan Pengamanan Aksi “Sukoharjo Menggugat”, Kedepankan Pendekatan Humanis

SUKOHARJO – Polres Sukoharjo menggelar Tactical Floor Game (TFG) sebagai langkah pemantapan pengamanan menjelang aksi unjuk rasa bertajuk “Sukoharjo Menggugat” yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa Sukoharjo di kawasan Bundaran Tugu Kartasura, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan TFG berlangsung di halaman Polsek Kartasura mulai pukul 11.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, S.H., S.I.K. Selaku pimpinan umum pengamanan, Kapolres memberikan arahan terkait dasar pengamanan, situasi umum, serta langkah-langkah yang harus dilakukan personel di lapangan guna memastikan aksi berjalan aman dan kondusif.

Dalam paparannya, Kapolres menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh personel serta koordinasi lintas fungsi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi selama pelaksanaan aksi.

Kabag Ops Polres Sukoharjo Kompol Yulianto, S.H., M.H., selaku Karendal Pam menjelaskan kekuatan personel yang akan diterjunkan beserta pola pengamanan yang dibagi dalam tiga ring. Ring I difokuskan di titik aksi Bundaran Tugu Kartasura yang ditempati tim negosiator, Dalmas awal, personel intelijen, Reskrim, dan Narkoba. Ring II berada di jalur utama menuju lokasi aksi, yakni Simpang Tiga Parangtejo dan Simpang Empat Warna-Warni, sedangkan Ring III ditempatkan di titik kumpul dan area parkir massa aksi seperti Simpang Empat Kartasura dan Simpang Tiga SMK Pelayaran.

“Penempatan personel dilakukan secara berlapis untuk memastikan keamanan peserta aksi, pengguna jalan, maupun masyarakat sekitar,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Sukoharjo AKP Arwan Nur Syamhadi, S.H., M.H., memaparkan perkiraan intelijen terkait pelaksanaan aksi yang diperkirakan diikuti sekitar 390 peserta dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), UIN Raden Mas Said Surakarta, dan Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo.

Aksi yang mengusung tema “Indonesia Bangkrut, Bergerak atau Tergilas” tersebut membawa sejumlah tuntutan, mulai dari penolakan Koperasi Desa Merah Putih, evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), revisi UU Polri, persoalan ekonomi nasional, pengesahan RUU Perampasan Aset, hingga isu pendidikan, infrastruktur, dan perlindungan perempuan.

Dalam TFG juga dibahas berbagai potensi kerawanan yang mungkin muncul selama aksi berlangsung, di antaranya kemacetan lalu lintas, bertambahnya massa aksi, potensi penyusupan provokator, hingga kemungkinan tindakan anarkis yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Masing-masing kepala satuan tugas kemudian memaparkan cara bertindak sesuai fungsi masing-masing, mulai dari rekayasa lalu lintas, langkah preemtif dan preventif, penegakan hukum, hingga strategi dokumentasi dan publikasi kegiatan.

Selain itu, Kabag Ops juga menjelaskan skenario penanganan berdasarkan tingkat eskalasi situasi, mulai dari kondisi pasif, aktif, hingga agresif. Setiap tahapan telah disusun sesuai prosedur operasional guna menjamin keamanan tanpa mengabaikan hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

Menutup kegiatan TFG, Kapolres Sukoharjo menegaskan bahwa seluruh personel harus mengedepankan pendekatan humanis selama pelaksanaan pengamanan.

“Pengamanan harus dilakukan secara profesional, proporsional, dan humanis. Personel juga diminta menerapkan buddy system serta menjaga soliditas agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif,” tegas Kapolres.

Dengan dilaksanakannya Tactical Floor Game ini, Polres Sukoharjo berharap seluruh personel memahami tugas dan tanggung jawabnya sehingga pengamanan aksi penyampaian pendapat dapat berjalan lancar tanpa mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Sukoharjo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.