Jelang Pilkades Serentak 2026, Polres Sukoharjo Siapkan Pengamanan di 126 Desa
SUKOHARJO – Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Sukoharjo yang dijadwalkan berlangsung pada 10 Desember 2026 mulai mendapat perhatian serius dari aparat keamanan. Polres Sukoharjo bersama TNI menyiapkan langkah pengamanan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di 126 desa yang tersebar di 11 kecamatan.
Kesiapan tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pilkades 2026 di halaman Mapolres Sukoharjo, Senin (19/10/2026). Apel dipimpin Kapolres Sukoharjo AKBP Andika Dharma Sena, S.I.K., M.H., dan diikuti personel Polres Sukoharjo, jajaran Polsek, Bhabinkamtibmas, serta personel Kodim 0726 Sukoharjo.
Kapolres Sukoharjo AKBP Andika Dharma Sena mengatakan, apel gelar pasukan menjadi bentuk pengecekan kesiapan personel sekaligus penegasan komitmen aparat dalam mengawal seluruh tahapan Pilkades agar berjalan aman, tertib, dan lancar.
Menurutnya, pengamanan tidak hanya berfokus pada hari pemungutan suara, tetapi juga mencakup seluruh tahapan, mulai dari seleksi calon hingga pelantikan kepala desa terpilih.
“Kepercayaan yang diberikan negara dan masyarakat harus kita jawab dengan kesungguhan dan keikhlasan. Kita harus memastikan rasa aman benar-benar dirasakan oleh seluruh warga Kabupaten Sukoharjo,” tegas Andika dalam amanatnya.
Pilkades serentak 2026 di Kabupaten Sukoharjo akan digelar di 126 desa dengan 458 tempat pemungutan suara (TPS). Saat ini, tahapan pemilihan telah memasuki proses seleksi administrasi bakal calon kepala desa, dengan total 383 bakal calon yang tercatat dalam data persiapan pemilihan.
Andika menegaskan, kontestasi di tingkat desa berpotensi memunculkan dinamika sosial, termasuk perbedaan pilihan, persaingan antarkandidat, hingga gesekan di tengah masyarakat. Karena itu, potensi kerawanan harus diantisipasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas.
Polri bersama TNI dan unsur terkait, lanjutnya, berkomitmen menjaga situasi tetap kondusif melalui langkah pengamanan yang terukur, koordinasi lintas sektor, serta pendekatan kepada masyarakat.
“Seluruh personel harus memahami wilayah tugas masing-masing, menjalankan tanggung jawab secara profesional dan proporsional, serta tetap tegas dalam bertindak dengan mengedepankan pendekatan yang humanis,” ujarnya.
Kapolres juga menekankan pentingnya netralitas aparat selama proses Pilkades berlangsung. Personel diminta tidak memihak kepada kandidat maupun kelompok tertentu agar kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi di tingkat desa tetap terjaga.
Selain itu, koordinasi antara Polri, TNI, penyelenggara pemilihan, pemerintah daerah, dan unsur masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah potensi konflik. Pengamanan harus dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika muncul persoalan.
“Jangan pertaruhkan masa depan Kabupaten Sukoharjo, khususnya di tingkat desa, hanya untuk kepentingan sesaat. Mari kita sukseskan Pilkades 2026 dan laksanakan tugas pengamanan dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Melalui kesiapan personel dan sinergi lintas sektor, Polres Sukoharjo berharap seluruh tahapan Pilkades serentak 2026 dapat berlangsung aman dan demokratis. Semangat Polisi Bersama Masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan warga, menghormati perbedaan pilihan, serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif di Kabupaten Sukoharjo.
