Aliansi Mahasiswa Sukoharjo Audiensi dengan Bupati, Sampaikan Aspirasi terkait MBG dan Infrastruktur
SUKOHARJO – Perwakilan Aliansi Mahasiswa Menggugat melakukan audensi bersama Bupati Sukoharjo di Ruang Rapat Bupati Sukoharjo, Jl. Jenderal Sudirman No. 119, Kampung Gabusan, Kelurahan Jombor, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Senin (22/6/2026) pukul 13.00–14.30 WIB.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 peserta dari berbagai elemen mahasiswa dan organisasi kepemudaan, serta dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sukoharjo.
Hadir dalam kesempatan itu di antaranya Bupati Sukoharjo Hj. Etik Suryani, S.E., M.M., Dandim 0726/Sukoharjo Kodim 0726/Sukoharjo Letkol Inf. Reza Sahputra, Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, Ketua DPRD Kabupaten Sukoharjo, Kepala Kejaksaan Negeri Sukoharjo, serta sejumlah kepala OPD terkait.
Dalam forum tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah aspirasi, mulai dari evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru, hingga pemerataan pembangunan infrastruktur daerah.
Terkait MBG, mahasiswa menilai program tersebut memiliki tujuan positif, namun meminta adanya evaluasi menyeluruh mulai dari kualitas makanan, keamanan pangan, distribusi, hingga transparansi penggunaan anggaran serta pengawasan pengelola dapur.
Pada sektor pendidikan, mahasiswa mendorong peningkatan perhatian terhadap guru honorer serta optimalisasi peran orang tua dalam mendukung proses belajar mengajar. Sementara di bidang infrastruktur, mereka menyoroti kondisi sejumlah ruas jalan, termasuk akses Jalan Adi Sumarmo yang dinilai masih perlu peningkatan.
Isu lain yang turut disampaikan adalah permasalahan PT Rayon Utama Makmur (PT RUM), perlindungan perempuan dan anak, serta sejumlah isu nasional seperti evaluasi kebijakan pemerintah hingga percepatan pembahasan RUU Perampasan Aset.
Menanggapi hal tersebut, unsur Forkopimda memberikan apresiasi atas penyampaian aspirasi yang berlangsung tertib dan konstruktif. Pemerintah daerah menegaskan terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat.
Dandim 0726/Sukoharjo menekankan pentingnya penyampaian aspirasi secara damai dan tertib, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif di wilayah Sukoharjo.
Sementara itu, Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan audensi yang berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Ia menegaskan bahwa Polri selalu membuka ruang komunikasi dan siap mengawal setiap penyampaian aspirasi masyarakat maupun mahasiswa, selama dilakukan sesuai ketentuan hukum dan menjunjung tinggi ketertiban umum.
“Polres Sukoharjo mengapresiasi rekan-rekan mahasiswa yang telah menyampaikan pendapat secara damai. Kami memastikan setiap kegiatan penyampaian aspirasi di wilayah Sukoharjo dapat berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu stabilitas kamtibmas,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sukoharjo juga menyampaikan bahwa sebagian aspirasi akan ditindaklanjuti melalui perangkat daerah terkait. Pemerintah menegaskan komitmen peningkatan sektor pendidikan, termasuk alokasi anggaran sekitar Rp23,6 miliar untuk peningkatan kesejahteraan guru PPPK dan tenaga pendidik.
Terkait PT RUM, pemerintah menyatakan menghormati putusan Mahkamah Agung dan saat ini masih menunggu proses tindak lanjut eksekusi serta koordinasi pemulihan lingkungan bersama instansi terkait.
Di bidang infrastruktur, Pemkab Sukoharjo melalui Dinas PUPR telah menyiapkan sejumlah program strategis tahun 2026, di antaranya peningkatan Jalan Adi Sumarmo, Jalan Tanjunganom–Daleman, Jalan Tawangsari–Pojok, Jalan Ambil-Ambil, rehabilitasi Jembatan Sayegan, serta perbaikan drainase secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
Pemerintah berharap forum dialog ini menjadi ruang komunikasi yang efektif antara mahasiswa dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas serta pembangunan di Kabupaten Sukoharjo.
