Polisi Selidiki Pencurian di SDN Mayang Sukoharjo, Uang Rp 30 Ribu hingga Sembako Raib

SUKOHARJO – Ruang guru SDN Mayang, Dukuh Nampan, Desa Mayang, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, menjadi sasaran pencurian. Sejumlah barang milik guru dilaporkan hilang setelah ruang tersebut diduga dibobol orang tak dikenal.

Aksi pencurian itu diketahui pada Senin (2/11/2026) pagi. Polisi dari Polsek Gatak kini melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku, sekaligus menelusuri kemungkinan adanya keterkaitan dengan pencurian lain yang terjadi sehari sebelumnya di desa yang sama.

Kapolres Sukoharjo AKBP Andika Dharma Sena melalui Kasi Humas Polres Sukoharjo AKP Marlin Supu Payu menjelaskan, peristiwa tersebut terungkap setelah penjaga sekolah menghubungi kepala sekolah melalui pesan WhatsApp sekitar pukul 04.18 WIB.

Penjaga sekolah saat itu menanyakan keberadaan bercak darah di lantai ruang guru yang belum dibersihkan. Kepala sekolah kemudian menyampaikan bahwa sehari sebelumnya tidak ada bercak serupa di ruangan tersebut.

Kecurigaan semakin menguat saat kepala sekolah tiba di sekolah sekitar pukul 06.35 WIB. Pintu ruang guru diketahui sudah tidak terkunci. Saat diperiksa, ditemukan bercak kecokelatan menyerupai tetesan darah di lantai, sementara sejumlah barang di atas meja guru dalam kondisi berantakan.

Setelah dilakukan pengecekan bersama para guru, diketahui barang milik salah satu guru telah hilang. Barang tersebut meliputi satu toples berisi uang tunai Rp 30 ribu, gula pasir satu kilogram, dan satu bungkus roti kering.

“Setelah dilakukan pengecekan, diketahui sejumlah barang milik korban sudah tidak ada di tempat. Atas kejadian tersebut, pihak sekolah kemudian melaporkannya ke Polsek Gatak untuk penanganan lebih lanjut,” terang Marlin.

Polisi kini menelusuri sejumlah petunjuk di lokasi kejadian untuk mengidentifikasi pelaku. Termasuk memeriksa kemungkinan adanya jejak yang ditinggalkan saat aksi pencurian berlangsung.

Tak hanya menyasar lingkungan sekolah, aksi pencurian juga dilaporkan terjadi di wilayah Desa Mayang sehari sebelumnya, Minggu (1/11/2026).

Seorang warga bernama Gendon kehilangan sejumlah peralatan, yakni satu mesin alat gempur, satu alat pemotong besi, serta satu tabung gas LPG ukuran 3 kilogram.

Dua peristiwa pencurian yang terjadi dalam waktu berdekatan di desa yang sama kini menjadi perhatian polisi. Meski demikian, kepolisian masih mendalami masing-masing kejadian untuk memastikan apakah keduanya dilakukan oleh pelaku yang sama atau tidak.

Marlin mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengabaikan keamanan lingkungan, terutama pada malam hingga dini hari.

“Kami mengimbau masyarakat memastikan pintu dan jendela terkunci saat meninggalkan rumah maupun bangunan. Apabila mengetahui aktivitas mencurigakan, segera laporkan kepada kepolisian agar bisa segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.