HUT Propam ke-24, Polres Sukoharjo Kumpulkan 49 Kantong Darah untuk Bantu Sesama
Sukoharjo – Peringatan HUT Propam ke-24 di Polres Sukoharjo tak hanya diisi dengan kegiatan internal. Momentum tersebut dimanfaatkan jajaran kepolisian untuk melakukan aksi kemanusiaan dengan menggelar donor darah bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukoharjo.
Kegiatan donor darah yang digelar pada Kamis (1/10/2026) itu diikuti 56 personel. Dari jumlah tersebut, sebanyak 49 orang dinyatakan memenuhi syarat untuk mendonorkan darahnya. Sementara tujuh peserta lainnya tidak dapat melakukan donor karena hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah tinggi atau kadar hemoglobin (HB) yang tidak memenuhi syarat.
Dari 49 kantong darah yang terkumpul, terdiri dari golongan darah A sebanyak 17 kantong, golongan B sebanyak 14 kantong, golongan O sebanyak 15 kantong, dan golongan AB sebanyak 3 kantong.
Kasi Humas Polres Sukoharjo AKP Marlin Supu Payu mengatakan donor darah menjadi salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah.
“Donor darah ini merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi nyata personel Polres Sukoharjo. Setetes darah yang kita berikan bisa sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata AKP Marlin.
Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk membangun semangat kebersamaan dan kepedulian di lingkungan Polri. Personel tidak hanya dituntut memberikan pelayanan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir melalui aksi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Semangatnya bukan sekadar memperingati HUT Propam, tetapi bagaimana keberadaan Polri bisa memberikan manfaat dan membantu sesama,” ujarnya.
Pelaksanaan donor darah melibatkan tim PMI Kabupaten Sukoharjo. Selain jajaran Propam, kegiatan tersebut diikuti personel Polres Sukoharjo, Bhabinkamtibmas, Kanit Propam Polsek jajaran serta sejumlah Kapolsek jajaran.
AKP Marlin menambahkan, personel yang tidak dapat mendonorkan darahnya juga telah menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Hal tersebut menunjukkan bahwa proses donor dilakukan dengan memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing peserta.
“Yang paling utama adalah kesehatan pendonor. Bagi yang belum memenuhi syarat karena tekanan darah maupun HB, tentu tidak dipaksakan. Mereka tetap mendapatkan pemeriksaan sesuai prosedur dari tim PMI,” pungkasnya.
