1.500 Peserta Ikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Sukoharjo, Kapolres: Jadi Pengingat Persatuan
Sukoharjo – Sekitar 1.500 peserta mengikuti Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sukoharjo, Kamis (1/10/2026). Upacara tersebut menjadi momentum untuk kembali meneguhkan Pancasila sebagai dasar negara sekaligus perekat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Upacara yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” itu dipimpin Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, S.E. sebagai inspektur upacara. Sementara komandan upacara dijabat Danramil 10/Mojolaban Kapten Inf Mustamim.
Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, S.H., S.I.K. turut hadir bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Sukoharjo. Kehadiran personel Polres Sukoharjo juga menjadi bagian dari barisan upacara yang melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, pelajar, Pramuka, relawan hingga berbagai elemen masyarakat.
Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo mengatakan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk mengingat kembali bahwa persatuan merupakan kekuatan utama bangsa. Nilai-nilai Pancasila harus terus kita jaga dan implementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” kata AKBP Anggaito.
Menurutnya, semangat persatuan tersebut juga relevan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Polri, kata dia, tidak dapat bekerja sendiri sehingga membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, diperlukan kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Perbedaan bukan menjadi penghalang, tetapi menjadi kekuatan untuk bersama-sama menjaga Sukoharjo tetap aman, damai dan harmonis,” ujarnya.
Upacara berlangsung dengan rangkaian penghormatan pasukan, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, pembacaan Pembukaan UUD 1945, pembacaan ikrar, doa, hingga Andika Bhayangkari.
Barisan peserta upacara berasal dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Satpol PP, Damkar, ASN, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, tenaga pendidik, pelajar, Pramuka, relawan, hingga unsur masyarakat lainnya.
Keterlibatan lintas elemen tersebut menjadi gambaran bahwa nilai persatuan dalam Pancasila tidak berhenti pada simbol, tetapi perlu diwujudkan melalui kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kapolres menambahkan, generasi muda juga memiliki peran penting dalam meneruskan nilai-nilai Pancasila di tengah perubahan zaman.
“Generasi muda adalah penerus bangsa. Karena itu, nilai persatuan, gotong royong, toleransi dan kecintaan terhadap bangsa harus terus ditanamkan agar Pancasila tetap menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan,” pungkasnya.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober menjadi pengingat perjalanan sejarah bangsa Indonesia dalam mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara. Momentum tersebut sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pijakan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
