Polres Sukoharjo Edukasi Ratusan Siswa SMA tentang AI melalui Pelatihan AI Ready ASEAN
Sukoharjo – Polres Sukoharjo menggelar pelatihan bertajuk AI Ready ASEAN yang diikuti ratusan siswa SMA se-Kabupaten Sukoharjo di Cendana Ballroom Hotel Tosan, Kecamatan Grogol. Kegiatan ini menjadi upaya membekali generasi muda dengan pemahaman tentang kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) agar dapat dimanfaatkan secara aman, etis, dan produktif.
Pelatihan tersebut diikuti sekitar 200 peserta yang merupakan perwakilan siswa dari berbagai SMA di Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan juga dihadiri jajaran Polres Sukoharjo, di antaranya Kabag SDM Kompol Tiswanti, Kasat Lantas AKP Doohan Octa Prasetya, Kasat Binmas AKP Sri Wuri Handayani, serta sejumlah perwira Polres Sukoharjo. Turut hadir pula Ketua Mafindo Erwina Tri S bersama tim pemateri.
Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari program yang diinisiasi Polda Jawa Tengah dan dilaksanakan secara serentak di berbagai kabupaten dan kota di wilayah Jawa Tengah. Program tersebut bertujuan mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
“Adik-adik yang hadir di sini merupakan perwakilan pilihan dari sekolah masing-masing. Kami berharap ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini dapat dikembangkan dan dibagikan kembali kepada teman-teman di sekolah,” ujar Anggaito.
Ia menekankan bahwa perkembangan teknologi AI tidak dapat dihindari di era global saat ini. Karena itu, generasi muda, khususnya Gen Z, diharapkan mampu memanfaatkan teknologi tersebut secara bijak sekaligus menjadi motor penggerak dalam pengembangan teknologi di masa depan.
“Di era digital seperti sekarang, kebutuhan terhadap AI tidak bisa dihindari. Generasi muda harus mampu memanfaatkannya secara positif untuk mendukung berbagai bidang, termasuk dalam mewujudkan Indonesia Emas,” tambahnya.
Dalam sesi pemaparan materi, Kapolres juga menjelaskan tentang peluang karier di era kecerdasan buatan. Menurutnya, perkembangan AI akan membawa perubahan besar pada dunia kerja. Beberapa jenis pekerjaan mungkin akan berkurang, namun di sisi lain akan muncul profesi-profesi baru yang membutuhkan keahlian khusus di bidang teknologi.
“AI dapat meringankan pekerjaan manusia sehingga kita bisa lebih fokus pada pekerjaan yang bersifat strategis. Ke depan, kebutuhan terhadap tenaga ahli di bidang data dan teknologi akan semakin besar,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan AI yang disalahgunakan dapat menimbulkan konsekuensi hukum. Karena itu, pemahaman mengenai etika dan tanggung jawab dalam pemanfaatan teknologi menjadi sangat penting bagi generasi muda.
Selain materi dari Kapolres, pelatihan juga menghadirkan pemateri dari Mafindo yang memberikan pemahaman dasar tentang teknologi AI, cara kerja AI, serta potensi risiko yang bisa muncul dari penyalahgunaan teknologi tersebut. Para peserta juga mendapatkan sesi ice breaking serta diskusi interaktif bersama master trainer dari Polres Sukoharjo.
Ketua Mafindo Erwina Tri S mengatakan para peserta pelatihan merupakan siswa-siswi pertama di Kabupaten Sukoharjo yang mengikuti program AI Ready ASEAN. Melalui pelatihan ini, mereka diharapkan menjadi duta AI yang mampu menyebarkan pemahaman penggunaan AI secara aman dan etis di lingkungan sekolah.
“Kami berharap para siswa tidak hanya memahami AI, tetapi juga mampu mengedukasi teman-temannya agar menggunakan teknologi ini secara bijak,” ujarnya.
Salah satu peserta, Radhika dari SMA CT Arsa Foundation, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru setelah mengikuti pelatihan tersebut. Ia mengaku sebelumnya sempat khawatir perkembangan AI akan menggantikan banyak pekerjaan manusia di masa depan.
“Setelah mengikuti pelatihan ini saya jadi paham bahwa AI bukan sesuatu yang harus ditakuti. AI adalah alat yang bisa membantu manusia untuk berkembang jika digunakan dengan bijak,” ungkapnya.
Menurut Radhika, teknologi AI justru dapat membantu meningkatkan kemampuan dalam berbagai bidang, termasuk komunikasi yang menjadi minatnya untuk masa depan.
“AI menunjukkan bahwa teknologi ini bukan sihir atau sesuatu yang menakutkan, tetapi alat yang bisa membantu kita membentuk masa depan yang lebih baik,” katanya.
Selama kegiatan berlangsung, pelatihan berjalan aman, tertib, dan kondusif dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang aktif mengikuti setiap sesi materi dan diskusi.
