Jelang Pilkades Serentak 2026, Polres Sukoharjo Ingatkan Calon Kades Cegah Provokasi

SUKOHARJO – Persaingan dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Sukoharjo diminta tidak berujung pada perpecahan warga. Para bakal calon kepala desa hingga pendukungnya diingatkan untuk menahan diri, menghindari provokasi, dan menjaga persaudaraan di tengah kontestasi politik tingkat desa.

Pesan tersebut disampaikan Wakapolres Sukoharjo Kompol Parwanto, S.H., M.H., saat menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Masyarakat Sipil Bidang Kewaspadaan Dini Tahun 2026 di Pendopo Graha Surya Praja (GSP), Sukoharjo, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan yang dihadiri sekitar 500 peserta itu mengangkat tema Meningkatkan Peran Masyarakat dalam Menjaga Kondusivitas Daerah Menjelang Pilkades Serentak Tahun 2026. Sejumlah unsur pemerintah daerah, TNI, kejaksaan, panitia Pilkades, serta para bakal calon kepala desa turut hadir.

Kompol Parwanto menekankan, perbedaan pilihan dalam Pilkades merupakan hal yang wajar. Namun, persaingan yang tidak terkendali berpotensi memicu perselisihan antarkelompok, merusak hubungan kekeluargaan, hingga mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Menurutnya, potensi konflik perlu dikenali sejak dini sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Kecurigaan, kemarahan, penyebaran informasi yang tidak bertanggung jawab, serta keberatan terhadap proses pemilihan yang tidak diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku dapat meningkatkan ketegangan di masyarakat.

“Menjaga kondusivitas bukan hanya tugas aparat keamanan. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah konflik dan merawat kerukunan,” demikian penekanan materi yang disampaikan Wakapolres.

Ia juga menyoroti pentingnya peran tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda dalam meredam ketegangan. Mereka diharapkan menjadi penengah ketika muncul perselisihan, memperkuat komunikasi antarkelompok, serta mencegah berkembangnya fitnah dan provokasi, termasuk melalui media digital.

Sementara itu, panitia Pilkades dan perangkat desa diminta memberikan informasi sesuai kewenangan serta menjalankan tahapan pemilihan secara tertib dan akuntabel. Masyarakat juga diimbau menghormati perbedaan pilihan dan melaporkan dugaan pelanggaran kepada pihak berwenang melalui mekanisme yang tersedia.

Dari sisi pengamanan, Polri bersama TNI dan pemerintah daerah memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Penanganan risiko harus dilakukan secara proporsional, profesional, dan tidak diskriminatif, dengan tetap menghormati hak masyarakat.

Dalam sambutannya, Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo turut mengingatkan para bakal calon kepala desa agar mampu mengendalikan tim sukses, pendukung, dan simpatisan masing-masing. Ia meminta seluruh pihak tidak menyebarkan hoaks, melakukan provokasi, maupun melancarkan kampanye hitam.

Menurut Eko, kedewasaan demokrasi tidak hanya ditunjukkan melalui kesiapan untuk menang, tetapi juga kesediaan menerima kekalahan dengan lapang dada. Persaingan politik, kata dia, tidak semestinya merusak hubungan sosial warga yang telah terbangun selama bertahun-tahun.

Ketua DPRD Sukoharjo Nurjayanto juga mengingatkan pentingnya kompetisi yang sehat. Para bakal calon diharapkan menyampaikan visi dan misi secara santun, menghindari fitnah, ujaran kebencian, intimidasi, serta politik uang.

Pilkades Serentak 2026 di Sukoharjo diharapkan tidak sekadar menghasilkan pemimpin desa, tetapi juga memperkuat persatuan masyarakat. Sebab, setelah kontestasi berakhir, seluruh warga tetap harus hidup berdampingan dan bekerja sama membangun desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.