Kapolres Sukoharjo Pimpin Pengamanan Aksi BEM Solo Raya di Tugu Kartasura

SUKOHARJO — Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, S.H., S.I.K., memimpin langsung apel kesiapan sekaligus pengamanan aksi unjuk rasa Aliansi BEM Solo Raya di Bundaran Tugu Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Senin (24/8/2026).

Aksi yang mengusung tema “Pemerintah Darurat Akal Sehat Menyambut Perubahan Bersama Rakyat” tersebut diikuti sekitar 100 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Solo Raya. Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian penyampaian aspirasi berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Sebelum pengamanan, Kapolres Sukoharjo memimpin apel personel gabungan di Mapolsek Kartasura pada pukul 13.00 WIB. Apel tersebut menjadi bagian dari persiapan pengamanan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi aksi.

Peserta aksi mulai tiba di titik kumpul di area parkir belakang RS PKU Muhammadiyah Kartasura sekitar pukul 15.30 WIB. Selanjutnya, pada pukul 16.48 WIB, massa bergerak menuju Bundaran Tugu Kartasura dan tiba sekitar pukul 16.58 WIB.

Setibanya di lokasi, peserta menyampaikan seruan dan orasi secara bergantian. Dalam orasinya, mahasiswa menyampaikan sejumlah kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah, mulai dari persoalan pendidikan, harga kebutuhan pokok dan BBM, pembangunan infrastruktur, penanganan bencana, hingga pemberantasan korupsi.

Massa aksi juga menyampaikan refleksi terhadap 81 tahun kemerdekaan Indonesia serta menyerukan agar mahasiswa terus berperan dalam mengawal kebijakan pemerintah dan menyuarakan aspirasi masyarakat.

Koordinator aksi, Dimas Muhammad Fajar selaku Koordinator Pusat BEM Solo Raya sekaligus Presiden BEM Universitas Slamet Riyadi (UNISRI), bersama Suci Aulia dari Politeknik Indonusa Surakarta (Polinus), turut memimpin jalannya penyampaian aspirasi.

Adapun tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut antara lain meminta pengesahan RUU Perampasan Aset, evaluasi total terhadap Proyek Strategis Nasional dan kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat, serta penegakan kembali tugas pokok dan fungsi TNI-Polri agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.

Mahasiswa juga menuntut pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, memperkuat pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, menghentikan penyalahgunaan kekuasaan, serta mewujudkan pemerataan pembangunan, pendidikan dan kesehatan hingga wilayah 3T.

Selain itu, massa meminta agar tidak terjadi tindakan represif maupun intervensi aparat di ruang sipil serta menjamin kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat secara aman.

Dalam pengamanan tersebut, aparat kepolisian melakukan pendekatan humanis dan persuasif dengan tetap mengedepankan pelayanan serta pengamanan terhadap peserta aksi maupun masyarakat pengguna jalan di sekitar lokasi.

Sekitar pukul 18.06 WIB, massa melaksanakan doa bersama yang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian pernyataan sikap. Selanjutnya, pada pukul 18.20 WIB, peserta aksi membubarkan diri dan kembali menuju titik kumpul.

Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo menegaskan bahwa Polri menghormati hak setiap warga negara, termasuk mahasiswa, untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, kebebasan tersebut tetap harus dilaksanakan dengan memperhatikan ketentuan hukum, ketertiban umum, serta hak masyarakat lainnya.

“Polri hadir untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi dapat berjalan aman, tertib dan kondusif. Kami menghormati kebebasan berpendapat, sekaligus memastikan keamanan peserta aksi, masyarakat dan pengguna jalan tetap terjaga,” ujarnya.

Aksi tersebut berlangsung dengan tertib dan seluruh rangkaian kegiatan dapat berakhir dengan aman serta kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.