Polres Sukoharjo Gelar Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla, Perkuat Sinergi Antarlembaga

Sukoharjo – Polres Sukoharjo menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Lapangan Presisi Polres Sukoharjo, Jalan Wandyo Pranoto, Kelurahan Mandan, Kecamatan Sukoharjo, Rabu (5/8/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, S.H., S.I.K., sebagai bentuk kesiapan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau.

Apel dihadiri unsur Forkopimda dan instansi terkait, di antaranya perwakilan Kodim 0726/Sukoharjo, Plt Wakapolres Sukoharjo Kompol Tiswanti, S.H., para Pejabat Utama Polres Sukoharjo, para Kapolsek jajaran, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukoharjo Ariyanto Mulatmojo, perwakilan Satpol PP, Damkar, serta personel Polri, TNI, BPBD, SAR, dan Pemadam Kebakaran.

Ratusan personel yang tergabung dalam sepuluh satuan pasukan mengikuti apel, mulai dari unsur Polres Sukoharjo, Kodim 0726/Sukoharjo, BPBD, SAR hingga Damkar. Kegiatan diawali laporan komandan apel kepada pimpinan apel, dilanjutkan penyampaian amanat Kapolres.

Dalam amanatnya, AKBP Anggaito Hadi Prabowo menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan merupakan ancaman ekologis yang terus berulang setiap musim kemarau dan berdampak luas terhadap berbagai sektor kehidupan.

“Karhutla bukan sekadar bencana alam, tetapi persoalan kompleks yang berdampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, stabilitas ekonomi, hingga aktivitas pemerintahan. Oleh karena itu diperlukan kesiapsiagaan dan kolaborasi seluruh pihak,” ujar Kapolres.

Kapolres juga mengingatkan pengalaman Indonesia menghadapi bencana kabut asap berskala besar yang berdampak hingga lintas negara. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pelajaran penting agar seluruh pemangku kepentingan memperkuat langkah pencegahan dan penanganan secara terpadu.

Ia menambahkan, berdasarkan proyeksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi kebakaran hutan dan lahan diperkirakan meningkat di sejumlah wilayah selama musim kemarau. Karena itu, sinergi antara Polri, TNI, Pemerintah Kabupaten, BPBD, Damkar, SAR, serta masyarakat menjadi kunci dalam upaya mitigasi bencana.

“Kami optimistis apabila seluruh stakeholder mampu bersinergi secara maksimal, didukung kesiapan personel dan sarana prasarana yang memadai, maka upaya pencegahan maupun penanggulangan Karhutla di Kabupaten Sukoharjo dapat berjalan secara efektif,” tegasnya.

Melalui apel kesiapsiagaan tersebut, Polres Sukoharjo menegaskan komitmennya untuk meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman Karhutla, sekaligus memastikan kesiapan seluruh unsur agar mampu memberikan respons cepat apabila terjadi kebakaran di wilayah Kabupaten Sukoharjo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.