Polres Sukoharjo Luncurkan Program Tracing TB Paru, Perkuat Deteksi Dini di Masyarakat
Sukoharjo – Polres Sukoharjo melalui Sat Binmas bersama Sie Dokkes Polres Sukoharjo dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo resmi meluncurkan Program Tracing Tuberkulosis (TB) Paru sebagai upaya mendukung percepatan penanganan dan penanggulangan penyakit menular tersebut di wilayah Kabupaten Sukoharjo.
Kegiatan launching yang berlangsung di Balai Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (2/6/2026), dipimpin langsung oleh Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo dan dihadiri anggota DPRD Kabupaten Sukoharjo Komisi IV Bidang Pendidikan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, Pejabat Utama Polres Sukoharjo, Forkopimcam Mojolaban, para Kanit Binmas, perwakilan Bhabinkamtibmas jajaran Polres Sukoharjo, serta masyarakat Desa Laban.
Program ini merupakan bentuk sinergi antara Polri dan pemerintah daerah dalam mendukung program nasional menuju Indonesia Bebas TB Paru, sekaligus memperkuat peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat hingga tingkat desa.
Dalam sambutannya, Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo menegaskan bahwa program tracing TB Paru tidak hanya dilaksanakan secara seremonial, namun akan dijalankan secara berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Sukoharjo.
Kegiatan ini akan dilaksanakan di 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Sukoharjo. Kami juga telah menjalin kerja sama dengan 10 rumah sakit negeri maupun swasta yang berada di Kabupaten Sukoharjo dan Kota Surakarta untuk mendukung pelaksanaan tracing, pemeriksaan, hingga penanganan pasien TB Paru, ujar Kapolres.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi langkah strategis untuk mempercepat penemuan kasus, meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, serta menekan angka penyebaran TB Paru di wilayah Sukoharjo.
Kapolres juga berharap peran aktif Bhabinkamtibmas dapat menjadi jembatan antara masyarakat dengan fasilitas kesehatan, sehingga warga yang memiliki gejala atau kontak erat dengan penderita TB Paru dapat segera terdeteksi dan mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Sukoharjo secara resmi meluncurkan Program Tracing TB Paru yang ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya pelaksanaan program di seluruh wilayah hukum Polres Sukoharjo.
Selain launching program, Kapolres juga menyerahkan secara simbolis Kit Tracing TB Paru kepada perwakilan Bhabinkamtibmas. Selanjutnya, perlengkapan tersebut dibagikan kepada seluruh Bhabinkamtibmas jajaran Polres Sukoharjo guna mendukung pelaksanaan tracing dan pendataan masyarakat yang berpotensi terpapar TB Paru di wilayah binaan masing-masing.
Kasat Binmas Polres Sukoharjo menjelaskan bahwa keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam program ini diharapkan mampu mempercepat deteksi dini kasus TB Paru melalui pendekatan yang humanis dan dekat dengan masyarakat.
Melalui program ini, Bhabinkamtibmas akan membantu melakukan tracing dan edukasi kepada masyarakat sehingga kasus TB Paru dapat ditemukan lebih cepat, ditangani dengan tepat, serta mencegah penyebaran yang lebih luas, ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Pencegahan Pengendalian Penyakit (Yankes P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, dr. Sugeng Triyono, memberikan materi terkait penanganan dan pencegahan TB Paru kepada para peserta kegiatan. Materi tersebut mencakup tata cara tracing, deteksi dini gejala, serta langkah-langkah yang harus dilakukan apabila ditemukan warga yang diduga terpapar TB Paru.
Dengan diluncurkannya Program Tracing TB Paru ini, Polres Sukoharjo berharap kolaborasi antara kepolisian, tenaga kesehatan, rumah sakit, dan masyarakat dapat semakin memperkuat upaya pencegahan serta menekan angka penderita TB Paru di Kabupaten Sukoharjo.
Program tersebut menjadi bukti nyata komitmen Polres Sukoharjo dalam mendukung program kesehatan nasional melalui peran aktif Bhabinkamtibmas sebagai penggerak dan pelayan masyarakat di tingkat desa, sekaligus memperkuat sinergi dengan fasilitas kesehatan untuk mewujudkan Kabupaten Sukoharjo yang lebih sehat dan bebas dari TB Paru.
